Medan, walhisumut.or.id – WALHI Sumut sukses melangsungkan Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup (KDLH) 2025. Gelaran ini berlangsung selama 2 hari, di Hotel Grandhika, Medan, 22 – 23 Mei 2025.
KDLH merupakan forum tahunan yang dihadiri oleh 54 lembaga anggota WALHI Sumatera Utara (Statuta WALHI, Pasal 32) sebagai salah satu ruang bersama dalam merefleksikan dan mengkonsolidasikangerakan lingkungan.
“KDLH ini untuk memastikan pelibatan masyarakat secara partisipatif dan inklusif, dibutuhkan transparansi dari pemerintah dengan membuka ruang–ruang dialog dan kolaborasi. Sebagai salah satu upaya dalam memperkuat ruang konsolidasi dan gerakan organisasi masyarakat sipil,” ungkap Direktur Eksekutif WALHI Sumut, Rianda Purba.
Bercermin dari program–program pembangunan di Sumatera Utara, kata Rianda, banyak ditemukan ketimpangan struktural dan dampak lingkungan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun seperti; hilangnya akses masyarakat adat/lokal terhadap wilayah kelolanya akibat dominasi eksploitasi dan kepemilikan lahan oleh perusahaan–perusahaan besar, hilangnya hak atas tanah akibat kebijakan yang lebih menguntungkan investasi besar dan deforestasi akibat tata kelola pemerintahan yang dinilai tidak efektif.
Sementara ruang-ruang partisipasi masyarakat juga semakin tergerus untuk memastikan suara–suara kelompok rentan didengar dan dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan terhadap proses pembangunan yang berdampak bagi keberlangsungan hidup mereka.
Berangkat dari situ, ungkap Rianda, KDLH diharapkan jadi ajang evaluasi dan perencanaan pelaksanaan program dan keorganisasian WALHI Sumut selama satu tahun. “Juga terkonsolidasinya gerakan organisasi masyarakat sipil dalam upaya perlindungan lingkungan hidup dan sumber daya alam,” tutupnya.
1 Comment
Rafid
Saya mau bergabung menjadi anggota WALHI dan membuat komunitas di kecamatan. Beritahu caranya. Terimakasih